Pengertian Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah Perusahaan yang kegiatan utamanya membeli, menyimpan, dan menjual kembali barang dagang tanpa memberikan nilai tambah terhadapnya. Nilai tambah berupa mengolah atau mengubah bentuk dan sifat barang, sedemikian rupa sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi.
Karakteristik Perusahaan Dagang
Perusahaan Dagang dibedakan dari jenis lain dengan melihat ciri khusus yang melekat dalam Perusahaan Dagang.
Ciri-ciri Perusahaan Dagang adalah sebagai berikut:
Bentuk produk yang diperjualbelikan, dalam Perusahaan Dagang adalah barang yang berwujud (tangible sehingga dapat diidera.) Contohnya adalah sepatu, tas, baju, mobil, handphone dan sebagainya. Sedangkan perusahaan jasa produk yang diperjualbelikan adalah jasa atau service dengan karakteristik dari jasa adalah tidak berwujud (intangible.)
Tidak adanya perubahan bentuk atau sifat dari produk yang diperdagangkan. Aktivitas utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagang tanpa mengubah atau menambah bentuk dan sifatnya.
Akun-akun khusus yang terdapat dalam perusahaan dagang adalah harga pokok penjualan, persediaan barang dagangan, potongan dan retur penjualan dan lain-lain.
Perhitungan laba rugi perusahaan dagang berbeda dengan perusahaan jasa, karena terdapat akun-akun khusus.
Jenis-Jenis Perusahaan Dagang
Jenis-jenis perusahaan dagang dikelompokkan menjadi dua yaitu berdasarkan produk yang diberdayakan, dan macam konsumen yang terlibat. Berikut macam-macam perusahaan dagang.
Jenis-jenis perusahaan dagang berdasarkan produk yang diperdayakan
Perusahaan dagang barang produksi, adalah perusahaan yang memperdagangkan produk bahan-bahan baku raw material sebagai bahan dasar pembuatan produk atau alat-alat produksi yang menghasilkan produk lain.
Perusahaan dagang barang jadi, adalah perusahaan yang memperdagangkan produk final atau dalam bentuk akhir yang siap untuk dikonsumsi manusia.
Jenis-jenis perusahaan dagang berdasarkan macam konsumen yang terlibat
Perusahaan dagang besar (whooleseller, adalah perusahaan yang secara langsung membeli produk dari pabrik dalam jumlah yang besar. Perusahaan kemudian menjual barangnya ke sebagian pedagang dengan perantara yang volume penjualan yang cukup besar.
Perusahaan dagang perantara middleman, adalah perusahaan yang membeli dalam partai besar untuk dijual kembali ke pengecer dalam jumlah sedang.
Perusahaan dagang pengecer retailer, adalah perusahaan yang langsung berhubungan dengan konsumen. Konsumen dapat membeli secara eceran atau produk yang ditawarkan.
Perbedaan Perusahaan Dagang dan Jasa
Ada empat karakteristik yang membedakan antara perusahaan jasa dan dagang, yaitu sebagai berikut:
Produk yang dihasilkan perusahaan tidak berwujud yaitu sifat jasa yang tidak memilki wujud fisik, ia hanya dapat dilihat dan diraba.
Tidak dapat dipisahkan, yaitu tidak ada pemisahan antara produksi dan penjualan jasa. Produksi dan penjualan jasa terjadi pada waktu yang bersamaan.
Berubah-ubah, yaitu sifat jasa yang tidak dapat distandarisasi karena sangat bergantung pada selera, waktu, tempat, dan karakteristik konsumen.
Tidak dapat disimpan, yaitu sifat jasa yang tidak dapat disimpan untuk dijual kembali pada waktu yang berbeda. Oleh karena itu perusahaan jasa tidak memiliki persediaan jasa.
Bentuk produk yang diperjualbelikan, dalam Perusahaan Dagang adalah barang yang berwujud (tangible sehingga dapat diidera.) Contohnya adalah sepatu, tas, baju, mobil, handphone dan sebagainya. Sedangkan perusahaan jasa produk yang diperjualbelikan adalah jasa atau service dengan karakteristik dari jasa adalah tidak berwujud (intangible.)
Tidak adanya perubahan bentuk atau sifat dari produk yang diperdagangkan. Aktivitas utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagang tanpa mengubah atau menambah bentuk dan sifatnya.
Akun-akun khusus yang terdapat dalam perusahaan dagang adalah harga pokok penjualan, persediaan barang dagangan, potongan dan retur penjualan dan lain-lain.
Perhitungan laba rugi perusahaan dagang berbeda dengan perusahaan jasa, karena terdapat akun-akun khusus.
Jenis-Jenis Perusahaan Dagang
Jenis-jenis perusahaan dagang dikelompokkan menjadi dua yaitu berdasarkan produk yang diberdayakan, dan macam konsumen yang terlibat. Berikut macam-macam perusahaan dagang.
Jenis-jenis perusahaan dagang berdasarkan produk yang diperdayakan
Perusahaan dagang barang produksi, adalah perusahaan yang memperdagangkan produk bahan-bahan baku raw material sebagai bahan dasar pembuatan produk atau alat-alat produksi yang menghasilkan produk lain.
Perusahaan dagang barang jadi, adalah perusahaan yang memperdagangkan produk final atau dalam bentuk akhir yang siap untuk dikonsumsi manusia.
Jenis-jenis perusahaan dagang berdasarkan macam konsumen yang terlibat
Perusahaan dagang besar (whooleseller, adalah perusahaan yang secara langsung membeli produk dari pabrik dalam jumlah yang besar. Perusahaan kemudian menjual barangnya ke sebagian pedagang dengan perantara yang volume penjualan yang cukup besar.
Perusahaan dagang perantara middleman, adalah perusahaan yang membeli dalam partai besar untuk dijual kembali ke pengecer dalam jumlah sedang.
Perusahaan dagang pengecer retailer, adalah perusahaan yang langsung berhubungan dengan konsumen. Konsumen dapat membeli secara eceran atau produk yang ditawarkan.
Perbedaan Perusahaan Dagang dan Jasa
Ada empat karakteristik yang membedakan antara perusahaan jasa dan dagang, yaitu sebagai berikut:
Produk yang dihasilkan perusahaan tidak berwujud yaitu sifat jasa yang tidak memilki wujud fisik, ia hanya dapat dilihat dan diraba.
Tidak dapat dipisahkan, yaitu tidak ada pemisahan antara produksi dan penjualan jasa. Produksi dan penjualan jasa terjadi pada waktu yang bersamaan.
Berubah-ubah, yaitu sifat jasa yang tidak dapat distandarisasi karena sangat bergantung pada selera, waktu, tempat, dan karakteristik konsumen.
Tidak dapat disimpan, yaitu sifat jasa yang tidak dapat disimpan untuk dijual kembali pada waktu yang berbeda. Oleh karena itu perusahaan jasa tidak memiliki persediaan jasa.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus