Minggu, 17 Juli 2022

AKUNTANSI DAN PENGERTIANNYA


AKUNTANSI DAN PIHAK-PIHAK YANG MEMBUTUHKAN
BAB 1
A.        SEJARAH AKUNTANSI
Akuntansi dimulai sejak manusia mengenal uang sebagai alat pembayaran dan membuat catatan. Pada awal abad XV muncul naskah-naskah menegenai pelajaran akuntansi di Italia dengan menggunakan angka-angka arab. Di Venesia, Italia, ada seorang pendeta dengan nama Lucas Paciolo menerbitkan sebuah buku dengan judul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportiony et Proportionalita. Baku tersebut membahas tentang akuntansi, dan menjadi tonggak sejarah di bidang akuntansi. Di dalam salah satu babnya, tractacus de computist el scriptorio, yaitu cara-cara pembukuan berpasangan (double book keeping) yang sampai sekarang masih banyak digunakan.
Hasil karya Lucas Paciolo menyebar ke Eropa Barat dan dikembangkan oleh pengarang-pengarang baru. Sehingga timbullah beberapa sistem, yang namanya disesuaikan dengan nama negaranya masing-masing, seperti  sistem Belanda, sistem Amerika (anglo saxon) dan lainnya.
B.        PENGERTIAN AKUNTANSI
Akuntansi berasal dari kata kerja to account yang berarti memperhitungkan. Account diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi akun atau perkiraan.
Dalam arti luas, akuntansi adalah proses identifikasi, pengukuran, dan komunikasi dari informasi-informasi ekonomi untuk menghasilkan pertimbangan dan keputusan-keputusan dari pemakai informasi tersebut.
American Accounting Association (AAA) mendefinisikan akuntansi sebagai proses identifikasi, pengukuran, dan komunikasi informasi ekonomi untuk memungkinkan pembuatan pertimbangan-pertimbangan dan keputusan-keputusan oleh para pemakai informasi tersebut.
C.        MANFAAT, FUNGSI, DAN TUJUAN AKUNTANSI
1.         Manfaat Akuntansi
Manfaat akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Informasi ekonomi yang dihasilkan dari proses akuntansi merupakan ikhtisar data transaksi keuangan perusahaan yang terjadi selama satu periode akuntansi.
Manfaat secara umum informasi akuntansi adalah sebagai berikut:
a.       Sebagai bahan penyusun perencanaan kegiatan perusahaan
b.      Pengendalian perusahaan
c.       Sebagai dasar untuk membuat keputusan bagi manajemen
d.      Untuk memberikan pertanggungjawaban kepada pihak-pihak ekstern perusahaan (pemilik, kreditur, pemerintah, dan karyawan) agar mereka dapat mengambil keputusan masing-masing.
2.         Fungsi Akuntansi
a.         Untuk mengetahui dan menghitung suatu laba maupun rugi yang sudah didapat oleh suatu perusahaan
b.        Untuk memberikan suatu informasi yang dapat berguna untuk menejemen perusahaan
c.         Dapat membentu untuk menetapkan hak bagi masing-masing suatu pihak uang mempunyai suatu kepentingan dalam perusahaan, yaitu baik pihak internal maupun eksternal.
d.        Untuk mengawasi dan mengendalikan semua macam kegiatan yang terjadi pada suatu perusahaan.
e.        Untuk membantu suatu perusahaan dalam mencapai suatu target yang sebelumnya sudah ditentukan.
3.         Tujuan Akuntansi
Adapun tujuan umum sistem akuntansi, sebagai berikut.
a.    Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern.
b.    Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
c.     Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
d.    Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada.
D.        PERAN AKUNTANSI
Dalam setiap bisnis, akuntansi memiliki empat peranan, yaitu pengendalian keuangan, operasi perusahaan, pelaporan, dan perencanaan.
Peran akuntansi bagi pihak manajemen, sebagai berikut.
a.       Menyediakan informasi dan jawaban terkait keuangan
b.      Alat pengontrol dan pengendali keuangan
c.       Membantu stakeholder mengambil keputusan
d.      Berhubungan dengan pihak ketiga
E.         PIHAK-PIHAK PENGGUNA INFORMASI AKUNTANSI
Pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi, sebagai berikut:
1. Pihak Internal
a.         Pemilik dan calon pemilik.
b.        Pengelola perusahaan
c.         Karyawan Perusahaan
2. Pihak Eksternal
a.         Investor
b.        Kreditor dan calon kreditor.
c.         Karyawan dan calon karyawan.
d.        Pemerintah.
e.         Masyarakat
F.         KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI
1.       Relevan, Informasi akuntansi harus relevan dengan keperluan para pengambil keputusan.
2.       Dapat dimengerti, Informasi harus dapat dimengerti oleh pemakainya dan dinyatakan dalam bentuk dan dengan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian para pemakai.
3.       Daya Uji, informasi harus dapat dijuk kebenarannya oleh para pengukur yang independen dengan menggunakan metode pengukuran yang sama
4.       Netral, informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai dan tidak tergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu.
5.       Tepat waktu, informasi harus disampaikan sedini mungkin untuk dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut
6.       Daya banding, Informasi dalam laporan keuangan akan lebih berguna bila dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya.
7.       Lengkap, keenam syarat di atas harus terpenuhi sebagai standar pengungkapan yang memadai dalam pelaporan keuangan.

1 komentar:

Memproses Buku Besar

 Buku besar atau ledger merupakan tahapan kegiatan setelah membuat buku jurnal.  Proses membidahbukukan dari jurnal ke buku besar disebut po...