Minggu, 17 Juli 2022

ETIKA PROFESI


Etika, berasal dari kata ethos (bahasa yunani) yang berarti adat atau kebiasaan. Etika digunakan untuk mengkaji sistem nilai nilai yang berlaku,
Profesi berasal dari kata proffesio yang berarti janji atau ikrar dan pekerjaan, yaitu suatu bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan, keahlian, ketrampilan, kejuruan tertentu.
Etika profesi adalah konsep etika yang ditetapkan atau disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu. Dalam menetapkan etika profesi perlu ditetapkan beberapa prinsip berikut ini:
·          Prinsip tanggung jawab
·          Prinsip keadilan
·          Prinsip kompetensi
·          Prinsip perilaku profesional
·          Prinsip kerahasiaan
Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam melakukan tugas dan dalam kehidupan sehari hari. Tujuan dibuat kode etik profesi adalah:
·          Melindungi anggota organisasi untuk menghadapi persaingan pekerjaan profesi yang tidak jujur dan untuk mengembangkan tugas profesi sesuai dengan kepentingan masyarakat
·          Menjalin hubungan bagi anggota profesi satu dengan yang lainnya dan menjaga nama baik profesi.
·          Merangsang pengembangan profesi dan kualifikasi pendidikan yang memadai
·          Mencerminkan hubungan antara pekerjaan profesi dengan pelayanan masyarakat dan kesejahteraan sosial
·          Mengurangi kesalahpahaman dan konflik baik antar anggota maupun antar masyarakat pada umumnya
·          Membentuk ikatan yang kuat bagi sesama anggota dan melindungi profesi terhadap pemberlakuan norma hukum yang bersifat imperatif sebelum disesuaikan dengan saluran norma moral profesi.
Peran kode etik profesi, yaitu inspirasi dan tuntutan, dukungan, pencegahan dan disiplin, pendidikan dan pemahaman timbal bailk, pendukung citra profesi di mata publik.
Prinsip prinsip etika profesi akuntansi:
1.     Tanggung jawab profesi
2.     Kepentingan publik
3.     Integritas
4.     Objektifitas
5.     Kompetensi dan kehati-hatian profesional
6.     Kerahasiaan
7.     Perilaku profesional
8.     Standar teknis
Profesi akuntansi menetapkan standar etika atau etika profesi yang harus dijadikan panduan oleh para akuntan dalam melaksanakan tugas-tugas profesionalnya. Etika profesi berfungsi sebagai panduan bagi para profesional yang menjalani kewajiban memberikan layanan jasa kepada masyarakat yang berstandar tinggi. Sanksi terhadap pelanggaran etika profesi akuntansi antara lain sebagai berikut:
·          Sanksi tertulis
·          Sanksi pencabutan ijin praktik audit
·          Sanksi pidana atau perdata
Cara mengelola Kompetensi Profesional, yaitu:
1.     Menjaga kepribadian yang baik dengan cara:
·          Mengendalikan diri
·          Bersikap mawas diri atau interospeksi diri
·          Jujur dalam sikap dan perbuatan
2.     Faktor faktor yang membentuk kepribadian
·          Faktor biologis, untuk membentuk otot, rangka, tinggi, atau pendeknya sesorang, anggota tubuh dan fungsinya.
·          Faktor kultural dan peradaban, menyangkut kumpulan nilai-nilai, konsep-konsep, pengetahuan dan kebiasaan manusia dalam hidup bermasyarakat yang bisa mempengaruhi kepribadian seseorang
·          Faktor pendidikan, merupakan indikator yang mencerminkan kemampuan sesorang untuk dapat menyelesaikan permasalahan dan dianggap mampu menduduki suatu jabatan tertentu.
·          Faktor keluarga, merupakan awal seseorang belajar melakukan interaksi
·          Faktor sosial dan lingkungan
3.     Tipe tipe kepribadian
·          Kepribadian ekstrovert, kepribadian yang bersifat terbuka, berorientasi ke dunia luar sehingga bersifat ramah, senang bergaul, dan mudah menyesuaikan diri
·          Kepribadian introvert, kepribadian yang bersifat tertutup dan berorientasi kepada diri sendiri sehingga bersifat pendiam, jarang bergaul, suka menyendiri, dan sukar menyesuaikan diri.
·          Kepribadian ambivert, kepribadian yang sifatnya bervariasi, misalnya tipe realistik yang menyukai aktivitas di luar ruang dan suka bekerja seorang diri. Tipe Investigatif yang selalu tertarik pada gagasan dan ide-ide serta suka bergaul dengan orang yang biasa bergosip.Tipe wiraswasta yang lebih berorientasi pada orang lain dari pada gagasan serta suka mendominasi orang lain untuk mencapai tujuan. Tipe sosial yang senang dengan ide-ide dan metri untuk diekspresikan dengan cara yang unik serta sangat menghargai kebebasan. Tipe konvensional yang biasanya berfungsi paling baik dalam lingkungan dan pekerjaan yang terstruktur deng baik serta memerlukan ketelitian.
Presentasi diri adalah penampilan diri sesorang secara keseluruhan, meliputi:
1.     Tata cara berbusana yang baik, pada perusahaan tertentu mereka menggunakan seragam, tetapi jika tidak maka kita perlu memperhatikan jenis pakaian resmi yang digunakan secara internasional, yaitu:
·          Pakaian lengkap terdiri dari pentalon, jas, dasi
·          Pakaian resmi terdiri dari celana hitam, kemeja putih, dasi kupu-kupu hitam, kaos kaki hitam, dan sepatu hitam
·          Dark suit atau menyesuaikan, seperti bausana adat, kain batik atau lurik.
2.     Tata cara bersolek dan berhias proporsional, agar penampilan menarik dan tidak terkesan norak dan seronok perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:
·          Perawatan rambut perlu diperhatikan, bagi pria potongan pendek dan rapi sangat disarankan, bagi wanita potongan rambut harus menyesuaikan bentuk wajah. Bagi yang berhijab rambut tetap harus dirawat agar tidak lembap, rontok, dan berketombe.
·          Make up, merias wajah harus dilakukan sewajarnya sesuai dengan kondisi dan ciri diri untuk mempercantik diri.
·          Perhiasan dan Parfum, Perhiasan dan aksesoris digunakan tapi tidak berlebihan dan sesuaikan dengan busana yang digunakan. Bagi pria parfum juga boleh digunakan tapi tidak boleh berlebihan, bagi wanita parfum tidak boleh digunakan karena parfum harum tapi haram.
·          Sepatu, penggunaan sepatu wajib dilakukan namun perlu diperhatikan warna dan model dengan busana yang digunakan. Sepatu juga harus dalam keadaan bersih sehingga indah dipandang mata.
Pelatihan, merupakan proses membantu individu untuk memperoleh efisiensi dalam melakukan pekerjaan, baik pada saat sekarang maupun masa yang akan datang melalui pengembangan kebiasaan pikiran dan tindakan-tindakan, kecakapan, pengetahuan,dan sikap-sikap. Tujuan dari pelatihan adalah:
1.     Pelatihan sebagai alat untuk memperbaiki penampilan, kemampuan individu atau kelompok dengan harapan memperbaiki kinerja organisasi.
2.     Pelatihan tertentu diadakan agar karyawan dapat melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan standar yang diinginkan.
3.     Pelatihan juga dapat memperbaiki sikap-sikap terhadap pekerjaan, terhadap pimpinan atau karyawan, dan menghilangkan sikap-sikap yang tidak produktif yang timbul dari salah pengertian atau informasi yang membingungkan.
4.     Pelatihan dapat memperbaiki standar keselamatan kerja
5.     Membantu karyawan membuat keputusan yang lebih baik
6.     Meningkatkan kemampuan pekerja menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi
7.     Timbulnya dorongan dalam diri pekerja untuk terus meningkatkan kemampuan kerjanya
8.     Peningkatan kemampuan karyawan untuk mengatasi stres, frustasi, dan konflik yang pada gilirannya memperbesar rasa percaya diri
9.     Tersedianya informasi berbagai program yang dapat dimanfaatkan para karyawan dalam rangka pertumbuhan secara tekhnikal dan intelektual
10.   Makin besarnya tekad pekerja untuk lebih mandiri
11.   Mengurangi ketakutan menghadapi tugas-tugas baru di masa depan
12.   Memperbaiki sikap-sikap agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan serta dapat membuat keputusan dengan baik dan benar
13.   Menigkatkan motovasi untuk belajar dan selalu bersedia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan kemampuan
14.   Menumbuhkan rasa percaya diri dan solidaritas yang tinggi diantara sesama karyawan khususnya dan masyarakat umumnya.
Jenis-jenis pelatihan yang sering digunakan yaitu:
·          Magang/Apprenticeship training, adalah suatu pembekalan terhadap karyawan dengan cara belajar dan praktik secara langsung di suatu posisi pekerjaan.
·          On the job training, adalah pelatihan yang menggunakan situasi dalam pekerjaan, metodenya adalah coaching yaitu atasan mengajarkan keahlian dan ketrampilan kerja kepada bawahan. Apprenticeship yaitu pelatihan dari seseorang atau beberapa orang yang lebih berpengalaman. Job rotation adalah cara pelatihan berpindah posisi kepada bagian atau divisi yang lain.
·          Off the job training, adalah adalah pelatihan yang menggunakan situasi di luar pekerjaan, metodenya adalah vestibule training yaitu pelatihan di tempat yang berbeda namun dengan jenis pekerjaan yang sama. Role playing yaitu permainan peran yang dilakukan oleh seseorang dan dilakukan secara bergantian. Case study ialah metode pelatihan dengan cara peserta diberikan kasus tertulis dan diharuskan memecahkan masalah tersebut. Laboratory training ialah suatu latihan berkelompok agar bisa mengembangkan ketrampilan-ketrampilan antar pribadi yang bersifat sensitivitas.
Pengembangan karir, merupakan suatu perkembangan perjalanan yang dilalui sesorang dalam bekerja selama hidupnya, dapat dilakukan dengan cara:
·          Mutasi, perubahan posisi/jabatan/pekerjaan/tempat yang dilakukan dalam suatu organisasi pada tingkat jabatan yang sama.
·          Promosi, perpindahan karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam suatu organisasi perusahaan sehingga kewajiban, hak, status,dan penghasilannya semakin besar.
·          Demosi, perpindahan karyawan dari suatu jabatan ke jabatan yang lebih rendah dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memproses Buku Besar

 Buku besar atau ledger merupakan tahapan kegiatan setelah membuat buku jurnal.  Proses membidahbukukan dari jurnal ke buku besar disebut po...