Rabu, 13 September 2023

Memproses Buku Besar

 Buku besar atau ledger merupakan tahapan kegiatan setelah membuat buku jurnal. 

Proses membidahbukukan dari jurnal ke buku besar disebut posting

Buku besar adalah sekumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang sudah dicatat di dalam buku jurnal. 

Buku besar macamnya

  1. Buku besar utama
  2. Buku besar pembantu (subsidiary ledger), terdiri dari buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang, dll
Bentuk-bentuk buku besar
  1. Bentuk T
  2. Bentuk scontro
  3. Bentuk staffel

Mengelola Entry journal

 Jurnal berasal dari kata de jour yang artinya hari. 

Jurnal merupakan buku harian yang digunakan untuk mencatat transaksi. 

Fungsi jurnal

  1. Fungsi analisis, digunakan untuk menentukan akun apa yang masuk debet dan akun mana yang masuk kredit beserta jumlahnya
  2. Fungsi mencatat, di buku jurnal

Senin, 18 Juli 2022

AKTIVA TETAP

 

AKTIVA TETAP

 

Adalah aktiva yang mempunyai sifat tetap atau permanen di beli untuk digunakan dalam kegiatan normal perusahaan serta tidak untuk dijual kembali dan nilainya cukup besar.

Aktiva tetap mempunyai sifat permanen, sertinya aktiva tetap dapat dipakai berulang ulang dan umurnya relatif panjang, setidaknya lebih dari 1 tahun atau 1 periode akuntansi.

Aktiva tetap harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

1.       Digunakan dalam kegiatan normal perusahaan, artinya aktiva dimiliki untuk digunakan dan tidak untuk dijual kembali atau sebagai investasi

2.       Dapat dipakai atau digunakan secara berulang-ulang

3.       Masa manfaatnya lebih dari satu tahun

4.       Mempunyai nilai yang cukup material, artinya aktiva tersebut harganya cukup tinggi

Berdasarkan sifatnya, aktiva tetap dibagi atas:

1.       Aktiva tetap berwujud, yaitu aktiva yang mempunyai bentuk fisik, misalnya tanah, bangunan, peralatan, kendaraan, mesin

2.       Aktiva tetap tak berwujud, yaitu suatu hak tertentu untuk jangka panjang yang tidak mempunyai bentuk fisik, misalnya hak paten, hak cipta, goodwill, franchise, trade mark

 

Penilaian aktiva tetap

Aktiva tetap dicatat dengan harga perolehan, aktiva tetap meliputi semua biaya yang dikeluarkan sehingga siap untuk dipakai dalam kegiatan normal perusahaan. Harga perolehan antara lain harga beli aktiva yang bersangkutan di tambah biaya angkut, biaya pemasangan, biaya asuransi, biaya percobaan, biaya komisi, biaya balik nama dll.

Aktiva tetap dapat diperoleh dengan cara:

1.       Membeli tunai,

Contoh, dibeli tunai sebuah kendaraan Rp 300.000.000 biaya balik nama dan asuransi Rp 5.000.000. maka jurnalnya adalah

Kendaraan

Rp 305.000.000

 

            Kas

 

Rp 305.000.000

 

2.       Membeli kredit/angsuran

Contoh, Dibeli sebuah mesin diesel dengan 10 kali angsuran bulanan Rp 7.000.000, harga tunai mesin tersebut Rp 60.000.000. Jurnalnya adalah

Mesin

Rp 60.000.000

 

Beban bunga

Rp 10.000.000

 

       Utang usaha

 

Rp 70.000.000

Keterangan: harga tunai mesin Rp 60.000.000. Harga kredit mesin 10 X Rp 7.000.000 = Rp 70.000.000, Harga kredit dikurangi harga tunai sama dengan besarnya bunga Rp 70.000.000-Rp 60.000.000 = Rp 10.000.000

Jurnal pelunasan tiap kali angsuran

Utang usaha

Rp 7.000.000

 

        Kas

 

Rp 7.000.000

 

3.       Dengan pertukaran

Contoh, sebuah mesin dengan harga perolehan Rp 20.000.000 telah disusutkan Rp 12.000.000. Ditukarkan dengan sebuah mesin baru seharga Rp 30.000.000. Dalam pertukaran mesin lama dihargai Rp 6.000.000. Jurnalnya adalah sebagai berikut

Mesin baru

Rp 30.000.000

 

Akumulasi penyusutan mesin lama

Rp 12.000.000

 

Rugi penjualan mesin

Rp 2.000.000

 

         Kas

 

Rp 24.000.000

         Mesin lama

 

Rp 20.000.000

Keterangan: mesin lama dikurangi penyusutan dikurangi penghargaan mesin lama

20.000.000 - 12.000.000 = 8.000.000 - 6.000.000 = 2.000.000

4.       Membuat sendiri

Jika aktiva tetap diperoleh dengan membuat sendiri, harga perolehan sama dengan semua biaya yang dikeluarkan sampai dengan aktiva yang siap digunakan

Contoh, Dalam pembangunan sebuah gedung harga perolehan diambilkan dari harga material, biaya tenaga kerja, biaya pembuatan IMB dll. Jika bahan bangunan seharga Rp 75.000.000, Biaya tenaga kerja Rp 40.000.000, Pembuatan IMB Rp 500.000. Jurnalnya adalah sebagai berikut

Gedung

Rp 115.500.000

 

         Kas

 

Rp 115.500.000

Keterangan: 75.000.000 + 40.000.000 + 500.000 = 115.500.000

 

5.       Hadiah, Hibah, Donasi, atau sumbangan

Jika aktiva tetap diperoleh dari hadiah, hibah, donasi atau sumbangan, aktiva tetap dicatat sebesar harga pasar (harga wajar) disertai dengan mengkredit rekening modal. Misalkan diterima bantuan dari pemerintah sebuah mesin seharga Rp 15.000.000. Jurnalnya adalah sebagai berikut:

Mesin

Rp 15.000.000

 

      Modal bantuan/donasi

 

Rp 15.000.000

 

PENYUSUTAN AKTIVA TETAP

Penyusutan adalah berkurangnya manfaat aktiva tetap karena dipakai , aus, ketinggalan jaman. Berkurangnya manfaat aktiva tetap karena dipakai disebut beban penyusutan. Penyusutan aktifa tetap dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor fisik dan faktor fungsional. Faktor fisik berkaitang dengan kerusakan aktiva. Faktor fungsional berkaitan dengan faktor kemajuan tekhnologi, ketinggalan jaman, ketidak seimbangan kapasitas sehingga menjadi tidak ekonomis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya penyusutan adalah:

1.       Harga perolehan (HP), yaitu semua pengeluaran biaya yang diperlukan untuk memperoleh aktiva tetap sehingga aktiva tetap dapat berfungsi dan sesuai dengan tujuannya.

2.       Taksiran nilai sisa (NS), yaitu taksiran harga jual aktiva setelah aktiva tetap tidak terpakai lagi.

3.       Taksiran umur ekonomis (UE), yaitu umur aktiva tetap yang dapat memberikan jasa/manfaat secara menguntungkan.

4.       Metode penyusutan yang digunakan, metode penyusutannya yaitu metode garis lurus, metode saldo menurun/tarif tetap atas nilai buku, metode jumlah angka tahun, metode satuan produksi, metode jam kerja, metode tarif kelompok/gabungan

1)    Metode garis lurus/ straight line method. Pada metode ini pembebanan berkala beban penyusutan akan berjumlah sama selama taksiran aktiva tetap.

Beban Penyusutan =

HP – NS

UE

 

Tarif Penyusutan =

100%

UE

 

Contoh, dibeli sebuah mesin dengan harga Rp 20.000.000, taksiran umur ekonomisnya 5 tahun, nilai sisa Rp 2.500.000, hitunglah beban penyusutan dan tarif penyusutannya, serta buatlah jurnalnya

Beban Penyusutan   =

20.000.000 – 2.500.000

5

=

3.500.000

 

Tarif Penyusutan =

100%

5

=

20%

 

Beban penyusutan mesin

Rp 3.500.000

 

           Akumulasi penyusutan mesin

 

Rp 3.500.000

 

 

 

 

2)    Metode Saldo menurun/metode tarif tetap atas niai buku/ double declining method, pada metode ini tidak menetapkan besarnya nilai sisa. Setiap akhir periode besarnya taksiran nilai sisa sama dengan nilai buku

Beban Penyusutan =

HP  x TP

 

Tarif Penyusutan =

100%

X 2

UE

 

Contoh, dibeli sebuah mesin dengan harga Rp 20.000.000, taksiran umur ekonomisnya 5 tahun, hitunglah beban penyusutan dan tarif penyusutannya, serta buatlah jurnalnya

Beban Penyusutan =

20.000.000  x 40%

=

8.000.000

 

Tarif Penyusutan =

100%

X 2

5

=

40%

 

 

Tahun

Dasar Penyusutan

Beban Penyusutan

Akumulasi Penyusutan

Nilai Baku

1

40% x 20.000.000

8.000.000

8.000.000

12.000.000

2

40% x 12.000.000

4.800.000

12.800.000

7.200.000

3

40% x 7.200.000

2.880.000

15.680.000

4.320.000

4

40% x 4.320.000

1.728.000

17. 408.000

2.592.000

5

40% x 2.592.000

1.036.800

18.444.800

1.555.200

Keterangan:

Beban penyusutan tahun pertama adalah tarif penyusutan dikalikan harga perolehan

Beban penyusutan tahun kedua adalah tarif penyusutan dikalikan nilai buku tahun pertama (Harga perolehan dikurangi beban penyusutan tahun pertama)

Dst..

Tahun I

Beban Penyusutan mesin

8.000.000

 

            Akumulasi penyusutan mesin

 

8.000.000

Tahun II

Beban Penyusutan mesin

4.800.000

 

            Akumulasi penyusutan mesin

 

4.800.000

Tahun III

Beban Penyusutan mesin

2.880.000

 

            Akumulasi penyusutan mesin

 

2.880.000

Tahun IV

Beban Penyusutan mesin

1.728.000

 

            Akumulasi penyusutan mesin

 

1.728.000

Tahun V

Beban Penyusutan mesin

1.036.800

 

            Akumulasi penyusutan mesin

 

1.036.800

 

3)    Metode jumlah angka tahun/Sum of The Years Digit Method

Dalam metode ini, tarif penyusustan merupakan suatu bilangan pecahan yang makin lama makin kecil. Pembilang dalam pecahan adalah angka tahun selama umur ekonomis aktiva, pembilang untuk tahun terakhir adalah angka tahun pertama sedangkan penyebutnya adalah jumlah angka tahun yang ada dengan rumus

n (1 + n)

2

Contoh: Dibeli sebuah kendaraan dengan harga perolehan Rp 32.000.000 umur ekonomisnya 5 tahun dengan nilai sisa Rp 8.000.000. Ditanyakan tarif penyusutan, beban penyusutan dan jurnalnya

Tarif penyusutan

5 (1 + 5)

= 5 x 5

= 15

2

2

 

 

 

 

Tahun

Tarif Penyusutan

Harga Perolehan

Dasar penyusutan

Beban Penyusutan

Akumulasi penyusutan

Nilai buku

1

5/15

32.000.000

24.000.000

8.000.000

8.000.000

24.000.000

2

4/15

32.000.000

24.000.000

6.400.000

14.400.000

17.600.000

3

3/15

32.000.000

24.000.000

4.800.000

19.200.000

12.800.000

4

2/15

32.000.000

24.000.000

3.200.000

22.400.000

9.600.000

5

1/15

32.000.000

24.000.000

1.600.000

24.000.000

8.000.000

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

·         Tarif penyusutan tahun pertama adalah umur ekonomi per jumlah angka tahun, tarif tahun kedua adalah umur ekonomi dikurang satu per jumlah angka tahun

·         Dasar penyusutan adalah harga perolehan dikurangi nilai sisa

·         Beban penyusutan adalah tarif penyusutan dikali dasar penyusutan

·         Nilai buku adalah harga perolehan dikurangi beban penyusutan

I

Beban Penyusutan Kendaraan

8.000.000

 

          Akumulasi penyusutan kendaraan

 

8.000.000

II

Beban Penyusutan Kendaraan

6.400.000

 

          Akumulasi penyusutan kendaraan

 

6.400.000

III

Beban Penyusutan Kendaraan

4.800.000

 

          Akumulasi penyusutan kendaraan

 

4.800.000

IV

Beban Penyusutan Kendaraan

3.200.000

 

          Akumulasi penyusutan kendaraan

 

3.200.000

V

Beban Penyusutan Kendaraan

1.600.000

 

          Akumulasi penyusutan kendaraan

 

1.600.000

 

4)    Metode satuan produksi/Productive Output Method

Dalam metode ini, umur ekonomis suatu aktiva tetap ditaksir dalam jumlah unit produksi dan beban penyusutan dihitung dengan dasar satuan hasil produksi

Tarif penyusutan =

Harga Perolehan – Nilai Sisa

Taksiran produksi dalam umur ekonomi

 

Beban penyusutan = Jumlah produksi sesungguhnya x tarif penyusutan

Contoh:

Dibeli sebuah mesin seharga Rp 23.000.000, mempunyai nilai sisa Rp 3.000.000, taksiran produksi selama umur ekonomis 4.000.000 unit. Selama tahun pertama menghasilkan 600.000 unit, tahun kedua 800.000 unit, tahun ketiga 750.000 unit. Ditanyakan tarif penyusutan, beban penyusutan dan jurnal penyesuaian.

Tarif penyusutan =

23.000.000 – 3.000.000

4.000.000

=

5

Beban penyusutan:

Tahun I      600.000 x 5 = 3.000.000

Tahun II     800.000 x 5 = 4.000.000

Tahun III    750.000 x 5 = 3.500.000

Tahun I

Beban penyusutan mesin

3.000.000

 

 

           Akumulasi penyusutan mesin

 

3.000.000

Tahun II

Beban penyusutan mesin

4.000.000

 

 

           Akumulasi penyusutan mesin

 

4.000.000

Tahun III

Beban penyusutan mesin

3.500.000

 

 

           Akumulasi penyusutan mesin

 

3.500.000

 

PENGHENTIAN AKTIVA TETAP

Bila aktiva tetap sudah kurang bermanfaat lagi karena umur ekonomisnya habis atau tidak layak pakai karena ketinggalan jaman maka aktiva tersenut harus dihentikan pemakaiannya. Dan dibuat jurnal untuk mengeluarkan aktiva tersebut. Cara menghentikan aktiva tetap ada beberapa cara yaitu:

1.       Dibuang atau disingkirkan, misalkan sebuah mesin seharga Rp 15.000.000  telah habis disusutkan sehingga perlu disingkirkan. Jurnalnya adalah sebagai berikut:

Beban penyusutan mesin

15.000.000

 

          Akumulasi penyusutan mesin

 

15.000.000

 

2.       Dijual, misalkan ada sebuah kendaraan seharga Rp 60.000.000 telah disusutkan Rp 36.000.000 kemudian dijual seharga Rp 30.000.000. Ditanyakan laba atau rugi penjualan kendaraan dan buat jurnalnya.

Harga jual

 

30.000.000

Harga perolehan

60.000.000

 

Penyusutan

(36.000.000) 

 

Nilai buku kendaraan

 

(24.000.000) 

Laba penjualan kendaraan

 

6.000.000

 

Kas

30.000.000

 

Akumulasi penyusutan kendaraan

36.000.000

 

           Laba penjualan kendaraan

 

6.000.000

           Kendaraan

 

60.000.000

 

3.       Ditukar, Dibeli mesin seharga Rp 42.000.000 dan telak disusutkan Rp 32.000.000 kemudian ditukar dengan kendaraan baru yang sejenis seharga Rp 60.000.000. Hitunglah laba atau rugi pembelian mesin jika ditambah uang tunai Rp 55.000.000 dan jika ditambah uang tunai Rp 47.000.000

Mesin Baru

 

60.000.000

Mesin lama

42.000.000

 

Penyusutan

(32.000.000)

 

Nilai buku

 

(10.000.000)

Selisih nilai buku

 

50.000.000

Jika menambah uang tunai Rp 55.000.000 maka

50.000.000 – 55.000.000 = (5.000.000)

Mesin baru

60.000.000

 

Akumulasi penyusutan mesin

32.000.000

 

Rugi pertukaran mesin

5.000.000

 

         Mesin lama

 

42.000.000

         Kas

 

55.000.000

Jika menambah uang tunai Rp 47.000.000 maka

50.000.000 – 47.000.000 = 3.000.000

Mesin baru

57.000.000

 

Akumulasi penyusutan mesin

32.000.000

 

         Mesin lama

 

42.000.000

         Kas

 

47.000.000

CATATAN:

Jika terjadi pertukaran aktiva sejenis maka laba tidak diakui dan rugi diakui

 

Memproses Buku Besar

 Buku besar atau ledger merupakan tahapan kegiatan setelah membuat buku jurnal.  Proses membidahbukukan dari jurnal ke buku besar disebut po...