Minggu, 17 Juli 2022

SIKLUS AKUNTANSI


SIKLUS AKUNTANSI
BAB 5
A.   PENGERTIAN
Siklus akuntansi dimulai dengan pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan diakhiri dengan pelaporan. Secara sederhana, siklus akuntansi adalah suatu proses pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode tertentu.
Menurut Michell Suharli siklus akuntansi adalah urutan transaksi, peristiwa, aktivitas, dan proses dari awal sampai akhir dimulai dari seperti linhgkaran yang tidak pernah putus.
Menurut Sofyan Syafri Harahap, Proses akuntansi adalah proses pengolahan data sejak terjadinya transaksi kemudian transaksi ini memiliki bukti yang sah sebagai dasar terjadinya transaksi kemudian berdasarkan data atau bukti ini maka diinput keproses pengolahan data sehingga menghasilkan output berupa informasi laporan keuangan.
B.    TAHAP-TAHAP DALAM SIKLUS AKUNTANSI
Siklus Akuntansi terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap pencatatan dan penggolongan bukti transaksi, tahap peringkasan laporan keuangan (iktisar), dan  pembuatan atau perumusan laporan keuangan.
1.         Tahap pencatatan dan penggolongan
Tahap pertama yang dilakukan dalam siklus akuntansi adalah mencatat setiap transaksi keuangan, meliputi pencatatan ke dalam buku jurnal, memposting ke buku besar, dan mencatatnya ke neraca saldo. Tujuannya adalah untuk memudahkan kita ketika ingin menganalisa data keuangan.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap ini adalah:
·         Pembuatan dan penyusunan bukti-bukti transaksi baik transaksi internal maupun eksternal perusahaan.
·         Pencatatan setiap transaksi pada buku jurnal
·         Catat hasil pencatatan ke dalam buku besar (posting)
2.         Tahap Peringkasan atau ikhtisar laporan keuangan
Terdiri dari penyusunan jurnal penyesuaian, pembuatan jurnal pembalik, dan membuat neraca lajur.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap ini adalah :
·         Merancang neraca saldo yang datanya berasal dari saldo buku besar.
·         Menyusun jurnal penyesuaian yang bertujuan menyelaraskan data dan fakta pada akhir periode.
·         Membuat neraca lajur yang diggunakan untuk mempermudah dalam proses penyusunan laporan keuangan
·         Membuat jurnal penutup yang bertujuan untuk mengetahui gambaran laba rugi perusahaan atau neraca keseimbangan serta untuk menutup perkiraan sementara (akun nominal)
·         Membuat neraca saldo setelah penutupan yang bermanfaat sebagai media untuk mengecek pencatatan kembali dalam periode selanjutnya.
·         Membuat jurnal pembalik yang berguna untuk mengantisipasi kesalahan pencatatan di periode berikutnya.
3.         Tahap pelaporan keuangan (financial statement)
Pada tahapan ini meliputi kegiatan pembuatan laporan keuangan, pembuatan jurnal penutup, pembuatan neraca saldo setelah penutupan. Tahapannya mencakup:
·         Neraca saldo (balance sheet) adalah laporan keuangan yang menunjukkan posisi asset atau aktiva, liabilities, serta equity.
·         Laporan laba rugi (income statement) yang berisi data informasi seluruh beban (outcome) dan penerimaan (income) sehingga diperoleh simpulan jumlah laba rugi.
·         Laporan perubahan modal (Capital statement) menyajikan informasi terkait perubahan modal perusahaan.
·         Laporan arus kas (cash flow statement) yang meliputi arus kas pada aktifitas investasi, operasi, dan pendanaan.
·         Catatan atas laporan keuangan merupakan laporan tambahan yang berisi catatan informasi yang lebih detail tentang akun tertentu sehingga memberikan nilai yang lebih komprehensif dan akurat dari suatu laporan finansial perusahaan.
C.    PENJELASAN SIKLUS AKUNTANSI
1.    Pembuatan dan Penyusunan Bukti-Bukti Transaksi Perusahaan
Transaksi bisnis adalah kejadian ekonomis dari suatu perusahaan yang secara langsung memengaruhi kondisi keuangan atau hasil operasi.
Jenis transaksi bisnis berdasarkan ruang lingkupnya, sebagai berikut.
§   Transaksi internal, adalah transaksi yang hanya berhubungan dengan kegiatan yang ada di dalam perusahaan saja.
§   Transaksi eksternal, adalah transaksi yang terjadi karena hubungan perusahaan dengan puhak luar perusahaan.
Jenis transaksi berdasarkan aktivitasnya, sebagai berikut.
§   Transaksi pengeluaran uang, adalah semua kegiatan yang mengakibatkan perusahaan membayar baik menggunakan uang tunai maupun transfer antar rekening di bank.
§   Transaksi penerimaan uang, adalah semua kegiatan yang mengakibatkan perusahaan menerima uang baik secara tunai maupun tagihan inkaso oleh bank.
§   Penjualan kredit , adalah seluruh transaksi penjualan barang dagang atau penjualan aset yang lain secara kredit.                           
§   Penjualan tunai, adalah seluruh transaksi penjualan barang dagang atau aset yang lain secara tunai.
§   Pembelian kredit      , adalah seluruh transaksi pembelian barang dagang atau aset yang lain secara kredit.
§   Pembelian tunai  , adalah seluruh transaksi pembelian barang dagang atau transaksi yang lain secara tunai.                                                     
§   Transaksi lain-lain, seperti pengembalian barang (retur), pengambilan pribadi (prive) atau yang lainnya.
Jenis-jenis dokumen transaksi yang digunakan dalam kegiatan perusahaan, antara lain kuitansi, cek, bilyet giro, faktur, nota kontan, nota kredit, nota debit, dan bukti memorial.
Adapun tujuan analisis pencatatan bukti transaksi dilakukan untuk menetapkan:
§   Akun apa saja yang terpengaruh dengan transaksi tersebut (harta, utang, modal, pendapatan, dan beban).
§   Pengaruh transaksi tersebut bertambah atau berkurang terhadap akun yang bersangkutan.
§   Akibat penambahan atau pengurangan itu akun-akun yang bersangkutan harus didebit atau dikredit.
§   Berapa jumlah pengaruh transaksi tersebut.
2.    Pencatatan Setiap Transaksi Pada Buku Jurnal
Kaidah pendebitan dan pengkreditan akun sangatlah penting dalam melakukan penjurnalan, sebab tidak semua akun jika bertambah berada di sebelah debit. Begitu juga sebaliknya, tidak semua akun yang berkurang berada di sebelah kredit.
Jurnal adalah formulir khusus yang dipakai untuk mencatat setiap bukti transaksi yang terjadi berupa pendebitan dan pengkreditan secara kronologis (menurut urutan tanggal), beserta penjelasan yang diperlukan.
Jurnal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu jurnal umum dan jurnal khusus. Di mana jurnal khusus terdiri dari jurnal penerimaan kas, pengeluaran kas, pembelian, dan penjualan.
Rekapitulasi adalah tindakan menjumlah secara keseluruhan angka pada masing-masing kolom debit maupun kredit dari jurnal yang telah dibuat sebelumnya.
Kolom jurnal umum adalah sebagai berikut:
TANGGAL
NO BUKTI
KETERANGAN
REF
DEBET
KREDIT
























Tanggal          : merupakan tanggal terjadinya transaksi
No Bukti              : merupakan nomer dari dokumen transaksi
Keterangan : merupakan keterangan nama pekiraan atau akun
Ref                  : berisi no akun dan diisikan pada saat posting ke buku besar
Debet            : menunjukkan jumlah debet
Kredit             : menunjukkan jumlah kredit
3.    Pemindahbukuan dari Buku Jurnal ke dalam Buku Besar
Posting adalah proses memindahkan ayat-ayat jurnal ke dalam buku besar. Akun dalam buku besar dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu akun permanen (real account) dan akun sementara (temporary account).
Bentuk buku besar yang sering digunakan ada empat, antara lain bentuk T, skontro, stafel tiga kolom, dan stafel empat kolom
Bentuk T
DEBET
KREDIT




SKONTRO
DEBET
KREDIT
TANGGAL
KETERANGAN
JUMLAH
TANGGAL
KETERANGAN
JUMLAH












STAFEL 3 KOLOM
TANGGAL
KETERANGAN
REF
DEBET
KREDIT
SALDO












STAFEL 4 KOLOM
TANGGAL
KETERANGAN
REF
DEBET
KREDIT
SALDO
DEBET
KREDIT














TANGGAL        : Tanggal terjadinya transaksi
KETERANGAN : Akun musuh dari buku jurnal
REF                 : Diisikan dari buku jurnal apa dan halaman berapa
DEBET             : Diisikan jumlah debet
KREDIT            : Diisikan jumlah kredit
SALDO            : Diisikan jumlah debet ditambah debet, kredit ditambah kredit, debet dikurangi kredit atau kredit dikurangi debet
Subsidiary Ledger atau buku besar pembantu adalah buku besar yang menjelaskan secara terperinci atas akun-akun tertentu, misalnya buku besar pembantu utang berisi saldo dari masing-masing suplier, buku besar pembantu piutang berisi saldo masing-masing pelanggan, buku besar pembantu persediaan berisi mutasi persediaan barang, dan buku besar pembantu akun lainnya.
4.    Merancang neraca saldo setelah Buku Besar
Neraca saldo adalah suatu daftar dari saldo-saldo perkiraan, yang merupakan alat untuk mengecek atas kecermatan pencatatan dan pembukuan yang disusun pada akhir periode tertentu.
5.    Menyusun Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo dalam akun sehingga saldo mencerminkan jumlah yang sebenarnya.
Dalam akuntansi, pembuatan jurnal penyesuaian dapat dilakukan dalam dua keadaan, sebagai berikut.
§   Pertama adalah keadaan di mana suatu transaksi telah terjadi, tetapi belum dicatat dalam perusahaan.
§   Kedua menyangkut suatu transaksi yang telah dicatat dalam akun, tetapi saldonya perlu dikoreksi untuk mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
Adapun transaksi atau akun yang membutuhkan penyesuaian, adalah:
·      Selisih kas
Selisih kas bisa saja terjadi apabila saldo kas di perusahaan berbeda dengan saldo kas di bank, sehingga diperlukan rekonsiliasi bank. Atau saldo kas menurut catatan berbeda dengan saldo kas secara fisik.
Jika selisih lebih maka jurnalnya:
Kas
Rp xxx

     Selisih kas

Rp xxx
Jika selisih kurang maka jurnalnya:
Selisih Kas
Rp xxx

     Kas

Rp xxx

·      Piutang usaha
Dalam kondisi tertentu piutang pelanggan bisa saja tidak tertagih, hal ini terjadi karena pelanggan meninggal dunia, melarikan diri, sakit permanen, atau pailit. Metode pencatatannya da dua macam yaitu metode langsung dan metode cadangan. Jurnalnya adalah:
Metode langsung:
Beban kerugian piutang
Rp xxx

     Piutang usaha

Rp xxx
Metode cadangan:
Beban kerugian piutang
Rp xxx

     Cadangan kerugian piutang

Rp xxx

·      Persediaan barang dagang
Saldo persediaan barang menurut catatan kadang berbeda dengan saldo persediaan secara fisik setelah dilakukan stok opname. Atau masing-masing perusahaan menggunakan metode pencatatan secara perpetual dan fisik sehingga mengakibatkan perlu ada perhitungan persediaan di akhir periode.
Metode perhitungannya menggunakan metode harga pokok penjualan dan metode ikhtisar Laba rugi. Jurnalnya adalah sebagai berikut:

Metode Harga Pokok Penjualan:
Persediaan barang dagang akhir
Rp xxx

       Harga Pokok Penjualan

Rp xxx
Harga Pokok Penjualan
Rp xxx

       Persediaan barang dagang awal

Rp xxx
Harga Pokok Penjualan
Rp xxx

       Pembelian

Rp xxx
Harga Pokok Penjualan
Rp xxx

       Beban angkut Pembelian

Rp xxx
Potongan pembelian
Rp xxx

      Harga Pokok Penjualan

Rp xxx
Retur pembelian
Rp xxx

      Harga Pokok Penjualan

Rp xxx

Metode Ikhtisar Laba Rugi:
Persediaan barang dagang akhir
Rp xxx

        Ikhtisar Laba Rugi

Rp xxx
Ikhtisar Laba Rugi
Rp xxx

       Persediaan barang dagang awal

Rp xxx

·      Perlengkapan
Saldo perlengkapan beda dengan saldo catatan, hal ini terjadi karena ada pemakaian selama satu periode akuntansi dan yang dicatat ke dalam buku jurnal penyesuaian adalah sejumlah yang terpakai. Jurnalnya adalah:
Beban perlengkapan
Rp xxx

       Perlengkapan

Rp xxx

·      Beban dibayar dimuka
Beban perusahaan bisa dicatat dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan laba rugi dan pendekatan neraca, Jurnalnya yaitu:
Pendekatan laba rugi:
Jurnal Umum
Sejumlah yang dibayarkan
Beban ini itu
Rp xxx

       Kas

Rp xxx
Jurnal Penyesuaian
Sejumlah yang belum terpakai/harta
Ini itu dibayar dimuka
Rp xxx

       Beban ini itu

Rp xxx
Jurnal pembalik
Sejumlah yang disesuaikan
Beban ini itu
Rp xxx

       Ini itu dibayar dimuka

Rp xxx
Pendekatan neraca:
Jurnal Umum
Sejumlah yang dibayarkan
Ini itu dibayar dimuka
Rp xxx

       Kas

Rp xxx
Jurnal Penyesuaian
Sejumlah yang sudah terpakai/beban
Beban Ini itu
Rp xxx

       Ini itu dibayar dimuka

Rp xxx
Jurnal pembalik
Tidak ada

·      Penyusutan aktiva tetap
Ada beberapa metode perhitungan penyusutan aktiva tetap, yaitu metode garis lurus, metode jumlah angka tahun, metode saldo menurun, metode saldo menurun ganda, metode jumlah jam kerja, dan metode satuan produksi.

·      Beban yang masih harus dibayar
Jurnalnya sejumlah yang masih harus dibayar:
Beban yang masih harus dibayar
Rp xxx

       Utang Beban

Rp xxx

·      Pendapatan diterima dimuka
Jurnalnya sejumlah pendapatan yang sudah diterima:
Utang pendapatan
Rp xxx

       Pendapatan jasa

Rp xxx

·      Pendapatan yang masih harus diterima
Jurnalnya sejumlah yang masih harus diterima:
Piutang usaha
Rp xxx

       Pendapatan jasa

Rp xxx

·      Kesalahan pencatatan
Ada beberapa kemungkinan kesalahan pencatatn dalam buku jurnal sehingga perlu dikoreksi diantaranya kesalahan pencatatan nama akun dan kesalahan pencatatan nominal.
6.    Membuat Neraca Lajur (Worksheet)
Neraca lajur atau kertas kerja atau work sheet adalah suatu daftar yang terdiri atas kolom-kolom tertentu yang berfungsi sebagai alat bantu dalam mempermudah penyusunan laporan keuangan. Kolomnya yaitu:
No Akun
Nama Akun
Neraca Saldo
Jurnal Penyesuaian
Neraca Saldo Disesuiakan
Laba Rugi
Neraca
Debet
Kredit
Debet
Kredit
Debet
Kredit
Debet
Kredit
Debet
Kredit

























7.    Membuat Jurnal Penutup
Jurnal penutup adalah ayat jurnal untuk mengenolkan saldo perkiraan sementara, sehingga perusahaan dapat mengetahui laba atau rugi usaha selama satu periode.

8.    Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan
Neraca Saldo setelah penutupan adalah sekumpulan saldo-saldo yang berasal dari buku besar setelah jurnal penyesuaian dan jurnal penutup diposting ke dalamnya dan merupakan neraca saldo awal periode akuntansi pada siklus berikutnya.

9.    Membuat Jurnal Pembalik
Jurnal pembalik (reversing entry) adalah jurnal kebalikan dari jurnal penyesuaian yang dilakukan pada awal periode berikutnya. Jurnal penyesuaian yang dibalik di awal periode adalah jurnal penyesuaian yang mengakibatkan timbulnya akun riil baru.

10. Menyusun Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah catatan yang memberikan informasi keuangan suatu perusahaan yang telah menjalani kegiatan usahanya selama satu periode (biasanya satu tahun).
Laporan keuangan terdiri dari beberapa jenis, sebagai berikut.
a.    Laporan laba rugi                                                                     
b.    Laporan perubahan ekuitas atau modal                        
c.     Neraca
d.    Laporan arus kas
e.    Catatan atas laporan keuangan

1 komentar:

Memproses Buku Besar

 Buku besar atau ledger merupakan tahapan kegiatan setelah membuat buku jurnal.  Proses membidahbukukan dari jurnal ke buku besar disebut po...