SIKLUS AKUNTANSI
BAB 5
A. PENGERTIAN
Siklus akuntansi dimulai dengan pencatatan, penggolongan,
pengikhtisaran, dan diakhiri dengan pelaporan. Secara
sederhana, siklus akuntansi adalah suatu proses pembuatan laporan
keuangan perusahaan untuk suatu periode tertentu.
Menurut Michell Suharli siklus akuntansi adalah urutan transaksi,
peristiwa, aktivitas, dan proses dari awal sampai akhir dimulai dari seperti
linhgkaran yang tidak pernah putus.
Menurut Sofyan Syafri Harahap, Proses akuntansi adalah proses pengolahan
data sejak terjadinya transaksi kemudian transaksi ini memiliki bukti yang sah
sebagai dasar terjadinya transaksi kemudian berdasarkan data atau bukti ini
maka diinput keproses pengolahan data sehingga menghasilkan output berupa
informasi laporan keuangan.
B. TAHAP-TAHAP DALAM SIKLUS AKUNTANSI
Siklus Akuntansi terdiri dari
tiga tahapan, yaitu tahap pencatatan dan penggolongan bukti transaksi, tahap
peringkasan laporan keuangan (iktisar), dan
pembuatan atau perumusan laporan keuangan.
1.
Tahap pencatatan dan penggolongan
Tahap pertama yang dilakukan
dalam siklus akuntansi adalah mencatat setiap transaksi keuangan, meliputi
pencatatan ke dalam buku jurnal, memposting ke buku besar, dan mencatatnya ke
neraca saldo. Tujuannya adalah untuk memudahkan kita ketika ingin menganalisa
data keuangan.
Langkah-langkah yang dilakukan
dalam tahap ini adalah:
·
Pembuatan dan
penyusunan bukti-bukti transaksi baik transaksi internal maupun eksternal
perusahaan.
·
Pencatatan setiap
transaksi pada buku jurnal
·
Catat hasil pencatatan
ke dalam buku besar (posting)
2.
Tahap Peringkasan
atau ikhtisar laporan keuangan
Terdiri dari penyusunan jurnal
penyesuaian, pembuatan jurnal pembalik, dan membuat neraca lajur.
Langkah-langkah yang dilakukan
dalam tahap ini adalah :
·
Merancang neraca
saldo yang datanya berasal dari saldo buku besar.
·
Menyusun jurnal
penyesuaian yang bertujuan menyelaraskan data dan fakta pada akhir periode.
·
Membuat neraca lajur
yang diggunakan untuk mempermudah dalam proses penyusunan laporan keuangan
·
Membuat jurnal
penutup yang bertujuan untuk mengetahui gambaran laba rugi perusahaan atau
neraca keseimbangan serta untuk menutup perkiraan sementara (akun nominal)
·
Membuat neraca saldo
setelah penutupan yang bermanfaat sebagai media untuk mengecek pencatatan
kembali dalam periode selanjutnya.
·
Membuat jurnal
pembalik yang berguna untuk mengantisipasi kesalahan pencatatan di periode
berikutnya.
3.
Tahap pelaporan
keuangan (financial statement)
Pada tahapan ini meliputi
kegiatan pembuatan laporan keuangan, pembuatan jurnal penutup, pembuatan neraca
saldo setelah penutupan. Tahapannya mencakup:
·
Neraca saldo (balance sheet) adalah laporan keuangan
yang menunjukkan posisi asset atau aktiva, liabilities, serta equity.
·
Laporan laba rugi (income statement) yang berisi data
informasi seluruh beban (outcome) dan
penerimaan (income) sehingga
diperoleh simpulan jumlah laba rugi.
·
Laporan perubahan
modal (Capital statement) menyajikan
informasi terkait perubahan modal perusahaan.
·
Laporan arus kas (cash flow statement) yang meliputi arus
kas pada aktifitas investasi, operasi, dan pendanaan.
·
Catatan atas laporan
keuangan merupakan laporan tambahan yang berisi catatan informasi yang lebih
detail tentang akun tertentu sehingga memberikan nilai yang lebih komprehensif dan
akurat dari suatu laporan finansial perusahaan.
C. PENJELASAN SIKLUS AKUNTANSI
1.
Pembuatan dan
Penyusunan Bukti-Bukti Transaksi Perusahaan
Transaksi bisnis adalah kejadian ekonomis
dari suatu perusahaan yang secara langsung memengaruhi kondisi
keuangan atau hasil operasi.
Jenis transaksi bisnis berdasarkan ruang
lingkupnya, sebagai berikut.
§
Transaksi
internal, adalah transaksi
yang hanya berhubungan dengan kegiatan yang ada di dalam perusahaan saja.
§
Transaksi eksternal, adalah transaksi yang terjadi karena hubungan
perusahaan dengan puhak luar perusahaan.
Jenis
transaksi berdasarkan aktivitasnya, sebagai berikut.
§ Transaksi pengeluaran uang, adalah
semua kegiatan yang mengakibatkan perusahaan membayar baik menggunakan uang
tunai maupun transfer antar rekening di bank.
§ Transaksi penerimaan uang, adalah
semua kegiatan yang mengakibatkan perusahaan menerima uang baik secara tunai
maupun tagihan inkaso oleh bank.
§ Penjualan kredit , adalah seluruh transaksi penjualan barang dagang atau
penjualan aset yang lain secara kredit.
§ Penjualan tunai, adalah
seluruh transaksi penjualan barang dagang atau aset yang lain secara tunai.
§ Pembelian kredit , adalah seluruh transaksi pembelian barang dagang atau
aset yang lain secara kredit.
§ Pembelian tunai , adalah seluruh transaksi pembelian barang dagang atau
transaksi yang lain secara tunai.
§ Transaksi lain-lain, seperti pengembalian
barang (retur), pengambilan pribadi (prive) atau yang lainnya.
Jenis-jenis dokumen transaksi yang
digunakan dalam kegiatan perusahaan, antara lain kuitansi, cek, bilyet giro,
faktur, nota kontan, nota kredit, nota debit, dan bukti memorial.
Adapun tujuan analisis pencatatan bukti
transaksi dilakukan untuk menetapkan:
§
Akun apa saja yang terpengaruh dengan transaksi tersebut
(harta, utang, modal, pendapatan, dan beban).
§
Pengaruh transaksi tersebut bertambah atau berkurang terhadap
akun yang bersangkutan.
§
Akibat
penambahan atau pengurangan itu akun-akun yang bersangkutan harus didebit atau
dikredit.
§
Berapa jumlah pengaruh transaksi tersebut.
2.
Pencatatan Setiap
Transaksi Pada Buku Jurnal
Kaidah pendebitan dan pengkreditan akun
sangatlah penting dalam melakukan penjurnalan, sebab tidak semua akun jika
bertambah berada di sebelah debit. Begitu juga sebaliknya, tidak semua akun
yang berkurang berada di sebelah kredit.
Jurnal adalah formulir khusus yang dipakai
untuk mencatat setiap bukti transaksi yang terjadi berupa pendebitan dan
pengkreditan secara kronologis (menurut urutan tanggal), beserta penjelasan
yang diperlukan.
Jurnal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
jurnal umum dan jurnal khusus. Di mana jurnal khusus terdiri dari jurnal
penerimaan kas, pengeluaran kas, pembelian, dan penjualan.
Rekapitulasi adalah tindakan menjumlah
secara keseluruhan angka pada masing-masing kolom debit maupun kredit dari
jurnal yang telah dibuat sebelumnya.
Kolom jurnal umum adalah sebagai
berikut:
|
TANGGAL
|
NO BUKTI
|
KETERANGAN
|
REF
|
DEBET
|
KREDIT
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tanggal : merupakan tanggal terjadinya transaksi
No Bukti : merupakan nomer dari dokumen transaksi
Keterangan : merupakan keterangan nama pekiraan atau akun
Ref : berisi no akun dan diisikan pada saat posting ke
buku besar
Debet : menunjukkan jumlah debet
Kredit : menunjukkan jumlah kredit
3.
Pemindahbukuan dari
Buku Jurnal ke dalam Buku Besar
Posting adalah proses memindahkan ayat-ayat jurnal ke dalam buku besar. Akun dalam buku besar dapat dibedakan
menjadi dua bagian, yaitu akun permanen (real account) dan akun
sementara (temporary account).
Bentuk buku besar yang
sering digunakan ada empat, antara lain bentuk T, skontro, stafel tiga kolom,
dan stafel empat kolom
Bentuk T
|
DEBET
|
KREDIT
|
|
|
|
|
|
|
SKONTRO
|
DEBET
|
KREDIT
|
||||
|
TANGGAL
|
KETERANGAN
|
JUMLAH
|
TANGGAL
|
KETERANGAN
|
JUMLAH
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
STAFEL 3 KOLOM
|
TANGGAL
|
KETERANGAN
|
REF
|
DEBET
|
KREDIT
|
SALDO
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
STAFEL 4 KOLOM
|
TANGGAL
|
KETERANGAN
|
REF
|
DEBET
|
KREDIT
|
SALDO
|
|
|
DEBET
|
KREDIT
|
|||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
TANGGAL
: Tanggal terjadinya transaksi
KETERANGAN : Akun musuh dari buku jurnal
REF : Diisikan dari buku jurnal apa
dan halaman berapa
DEBET : Diisikan jumlah debet
KREDIT : Diisikan jumlah kredit
SALDO : Diisikan jumlah debet ditambah
debet, kredit ditambah kredit, debet dikurangi kredit atau kredit dikurangi
debet
Subsidiary
Ledger atau buku besar pembantu adalah buku besar yang menjelaskan secara
terperinci atas akun-akun tertentu, misalnya buku besar pembantu utang berisi
saldo dari masing-masing suplier, buku besar pembantu piutang berisi saldo
masing-masing pelanggan, buku besar pembantu persediaan berisi mutasi
persediaan barang, dan buku besar pembantu akun lainnya.
4.
Merancang neraca
saldo setelah Buku Besar
Neraca saldo adalah suatu daftar dari
saldo-saldo perkiraan, yang merupakan alat untuk mengecek atas kecermatan
pencatatan dan pembukuan yang disusun pada akhir periode tertentu.
5.
Menyusun Jurnal
Penyesuaian
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang
dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo dalam akun sehingga saldo
mencerminkan jumlah yang sebenarnya.
Dalam akuntansi, pembuatan jurnal
penyesuaian dapat dilakukan dalam dua keadaan, sebagai berikut.
§
Pertama
adalah keadaan di mana suatu transaksi telah terjadi, tetapi belum dicatat
dalam perusahaan.
§
Kedua menyangkut suatu transaksi yang telah dicatat
dalam akun, tetapi saldonya perlu dikoreksi untuk mencerminkan keadaan yang
sebenarnya.
Adapun transaksi atau akun yang membutuhkan penyesuaian, adalah:
·
Selisih kas
Selisih kas bisa saja terjadi
apabila saldo kas di perusahaan berbeda dengan saldo kas di bank, sehingga
diperlukan rekonsiliasi bank. Atau saldo kas menurut catatan berbeda dengan
saldo kas secara fisik.
Jika selisih lebih maka
jurnalnya:
|
Kas
|
Rp xxx
|
|
|
Selisih kas
|
|
Rp xxx
|
Jika selisih kurang maka
jurnalnya:
|
Selisih Kas
|
Rp xxx
|
|
|
Kas
|
|
Rp xxx
|
·
Piutang usaha
Dalam kondisi tertentu piutang
pelanggan bisa saja tidak tertagih, hal ini terjadi karena pelanggan meninggal
dunia, melarikan diri, sakit permanen, atau pailit. Metode pencatatannya da dua
macam yaitu metode langsung dan metode cadangan. Jurnalnya adalah:
Metode langsung:
|
Beban kerugian piutang
|
Rp xxx
|
|
|
Piutang usaha
|
|
Rp xxx
|
Metode cadangan:
|
Beban kerugian piutang
|
Rp xxx
|
|
|
Cadangan kerugian piutang
|
|
Rp xxx
|
·
Persediaan barang
dagang
Saldo persediaan barang menurut
catatan kadang berbeda dengan saldo persediaan secara fisik setelah dilakukan
stok opname. Atau masing-masing perusahaan menggunakan metode pencatatan secara
perpetual dan fisik sehingga mengakibatkan perlu ada perhitungan persediaan di
akhir periode.
Metode perhitungannya menggunakan
metode harga pokok penjualan dan metode ikhtisar Laba rugi. Jurnalnya adalah
sebagai berikut:
Metode Harga Pokok Penjualan:
|
Persediaan barang dagang akhir
|
Rp xxx
|
|
|
Harga Pokok Penjualan
|
|
Rp xxx
|
|
Harga Pokok Penjualan
|
Rp xxx
|
|
|
Persediaan barang dagang awal
|
|
Rp xxx
|
|
Harga Pokok Penjualan
|
Rp xxx
|
|
|
Pembelian
|
|
Rp xxx
|
|
Harga Pokok Penjualan
|
Rp xxx
|
|
|
Beban angkut Pembelian
|
|
Rp xxx
|
|
Potongan pembelian
|
Rp xxx
|
|
|
Harga Pokok Penjualan
|
|
Rp xxx
|
|
Retur pembelian
|
Rp xxx
|
|
|
Harga Pokok Penjualan
|
|
Rp xxx
|
Metode Ikhtisar Laba Rugi:
|
Persediaan barang dagang akhir
|
Rp xxx
|
|
|
Ikhtisar Laba Rugi
|
|
Rp xxx
|
|
Ikhtisar Laba Rugi
|
Rp xxx
|
|
|
Persediaan barang dagang awal
|
|
Rp xxx
|
·
Perlengkapan
Saldo perlengkapan beda dengan
saldo catatan, hal ini terjadi karena ada pemakaian selama satu periode
akuntansi dan yang dicatat ke dalam buku jurnal penyesuaian adalah sejumlah
yang terpakai. Jurnalnya adalah:
|
Beban perlengkapan
|
Rp xxx
|
|
|
Perlengkapan
|
|
Rp xxx
|
·
Beban dibayar dimuka
Beban perusahaan bisa dicatat
dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan laba rugi dan pendekatan neraca,
Jurnalnya yaitu:
Pendekatan laba rugi:
|
Jurnal Umum
|
Sejumlah yang dibayarkan
|
|
|
Beban ini itu
|
Rp xxx
|
|
|
Kas
|
|
Rp xxx
|
|
Jurnal Penyesuaian
|
Sejumlah yang belum
terpakai/harta
|
|
|
Ini itu dibayar dimuka
|
Rp xxx
|
|
|
Beban ini itu
|
|
Rp xxx
|
|
Jurnal pembalik
|
Sejumlah yang disesuaikan
|
|
|
Beban ini itu
|
Rp xxx
|
|
|
Ini itu dibayar dimuka
|
|
Rp xxx
|
Pendekatan neraca:
|
Jurnal Umum
|
Sejumlah yang dibayarkan
|
|
|
Ini itu dibayar dimuka
|
Rp xxx
|
|
|
Kas
|
|
Rp xxx
|
|
Jurnal Penyesuaian
|
Sejumlah yang sudah terpakai/beban
|
|
|
Beban Ini itu
|
Rp xxx
|
|
|
Ini itu dibayar dimuka
|
|
Rp xxx
|
|
Jurnal pembalik
|
Tidak ada
|
|
·
Penyusutan aktiva
tetap
Ada beberapa metode perhitungan
penyusutan aktiva tetap, yaitu metode garis lurus, metode jumlah angka tahun,
metode saldo menurun, metode saldo menurun ganda, metode jumlah jam kerja, dan
metode satuan produksi.
·
Beban yang masih
harus dibayar
Jurnalnya sejumlah yang masih
harus dibayar:
|
Beban yang masih harus dibayar
|
Rp xxx
|
|
|
Utang Beban
|
|
Rp xxx
|
·
Pendapatan diterima
dimuka
Jurnalnya sejumlah pendapatan
yang sudah diterima:
|
Utang pendapatan
|
Rp xxx
|
|
|
Pendapatan jasa
|
|
Rp xxx
|
·
Pendapatan yang masih
harus diterima
Jurnalnya sejumlah yang masih
harus diterima:
|
Piutang usaha
|
Rp xxx
|
|
|
Pendapatan jasa
|
|
Rp xxx
|
·
Kesalahan pencatatan
Ada beberapa kemungkinan
kesalahan pencatatn dalam buku jurnal sehingga perlu dikoreksi diantaranya
kesalahan pencatatan nama akun dan kesalahan pencatatan nominal.
6.
Membuat Neraca Lajur
(Worksheet)
Neraca lajur atau kertas kerja atau work sheet adalah suatu daftar yang
terdiri atas kolom-kolom tertentu yang berfungsi sebagai alat bantu dalam
mempermudah penyusunan laporan keuangan. Kolomnya yaitu:
|
No Akun
|
Nama Akun
|
Neraca Saldo
|
Jurnal Penyesuaian
|
Neraca Saldo Disesuiakan
|
Laba Rugi
|
Neraca
|
|||||
|
Debet
|
Kredit
|
Debet
|
Kredit
|
Debet
|
Kredit
|
Debet
|
Kredit
|
Debet
|
Kredit
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7.
Membuat Jurnal
Penutup
Jurnal penutup adalah ayat jurnal untuk
mengenolkan saldo perkiraan sementara, sehingga perusahaan dapat mengetahui
laba atau rugi usaha selama satu periode.
8.
Membuat Neraca Saldo
Setelah Penutupan
Neraca Saldo setelah penutupan
adalah sekumpulan saldo-saldo yang berasal dari buku besar setelah jurnal
penyesuaian dan jurnal penutup diposting ke dalamnya dan merupakan neraca saldo
awal periode akuntansi pada siklus berikutnya.
9.
Membuat Jurnal
Pembalik
Jurnal pembalik (reversing entry)
adalah jurnal kebalikan dari jurnal penyesuaian yang dilakukan pada awal
periode berikutnya. Jurnal penyesuaian
yang dibalik di awal periode adalah jurnal penyesuaian yang mengakibatkan
timbulnya akun riil baru.
10. Menyusun Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah catatan yang
memberikan informasi keuangan suatu perusahaan yang telah menjalani kegiatan
usahanya selama satu periode (biasanya satu tahun).
Laporan keuangan terdiri dari beberapa
jenis, sebagai berikut.
a. Laporan
laba rugi
b. Laporan
perubahan ekuitas atau modal
c. Neraca
d. Laporan
arus kas
e. Catatan atas laporan keuangan
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus