Minggu, 17 Juli 2022

ASUMSI DAN PRINSIP AKUNTANSI


ASUMSI, PRINSIP, DAN KONSEP DASAR AKUNTANSI
BAB 4
A.   ASUMSI DASAR AKUNTANSI MENURUT AICPA (American Institute of Certified Public Accountant)
Anggapan dasar atau asumsi dasar akuntansi menurut Paul Grady (AICPA) adalah:
1.         Suatu masyarakat dan susunan pemerintahan yang menjamin hak milik pribadi
2.         Kesatuan usaha yang spesifik (specific business entities)
3.         Penggunaan unit moneter di dalam rekening-rekening (monetary expression in accounts)
4.         Kontinuitas usaha (going concern)
5.         Konsistensi antara periode-periode untuk kesatuan usaha yang sama (consistency between periods for the same entity)
6.         Konservatif (Conservatism)
7.         Perbedaan dalam akuntansi diantara kesatuan-kesatuan yang bebas (diversity in accounting among independent entities)
8.         Ketergantungan data dari pengendalian intern (dependability of data trough internal control)
9.         Cukup berarti (materiality)
10.      Batas waktu dalam penyusunan laporan keuangan membutuhkan taksiran-taksiran (timelines in financial reporting requires estimates)
B.    ASUMSI DASAR AKUNTANSI MENURUT PSAK (Prinsip dan Standar Akuntansi Keuangan)
1.         Kesatuan usaha khusus
2.         Kontinuitas usaha
3.         Unit moneter
4.         Periode waktu
C.    PRINSIP/KONSEP DASAR AKUNTANSI
Prinsip akuntansi merupakan konsep dasar atau berupa anggapan dasar yang digunakan sebagai pedoman dalam penentuan dan pengukuran nilai dalam pelaksanaan kegiatan akuntansi. Prinsip yang digunakan untuk mencatat transaksi dalam akuntansi ada lima, yaitu biaya historis, pengakuan pendapatan, mempertemukan, konsistensi, dan pengungkapan penuh.
1.       Prinsip Biaya
Menurut prinsip biaya, biaya perolehan atau biaya historis adalah dasar penilaian yang tepat untuk pengakuan perolehan segala barang dan jasa, biaya (cost, expenses) dan ekuitas.
Biaya (cost) adalah jumlah yang diukur dalam uang, dari uang kas yang dibelanjakan atau harta lain yang ditransfer, modal saham yang diterbitkan, jasa yang dilaksanakan, atau utang yang dibuat, sebagai ganti dari barang atau jasa yang diterima atau akan diterima.
Biaya dapat diklasifikasikan sebagai yang belum jatuh tempo atau yang sudah jatuh tempo. Biaya yang belum jatuh tempo (aktiva) adalah biaya yang dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan yang akan datang. Biaya yang jatuh tempo adalah biaya tidak dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan yang akan datang, dan oleh karena itu dianggap sebagai pengurangan dari pendapatan berjalan atau dibebankan terhadap laba ditahan.
2.       Prinsip Pendapatan
a.         Sifat dan komponen pendapatan
Pendapatan telah ditafsirkan sebagai arus masuk dari aktiva netto yang dihasilkan dari penjualan barang atau jasa, arus kas dari barang atau jasa dari perusahaan ke pelanggan, dan produk perusahaan yang dihasilkan semata-mata dari pembuatan barang atau jasa oleh sebuah perusahaan selama satu periode tertentu.
Pendapatan berasal dari penjualan barang dan pemberian jasa dan diukur oleh beban yang dikenakan pada pelanggan, klien, atau penyewa atau barang dan jasa yang diberikan kepada mereka. Pendapatan ini mencakup juga keuntungan dari penjualan atau pertukaran aktiva (selain dari saham dalam perdagangan), bunga dan deviden yang diperoleh dari investasi dan kenaikan lain dalam ekuitas pemilik kecuali yang berasal dari kontribusi modal dan penyesuaian modal.
b.         Pengukuran pendapatan
Pendapatan diukur dalam satuan nilai produk atau jasa yang dipertukarkan dalam suatu transaksi yang lugas. Nilai ini mencerminkan arus kas neto yang ekuivalen ataupun nilai diskonto tunai dari uang yang diterima dalam pertukaran untuk produk-produk atau jasa-jasa yang ditransfer perusahaan kepada para pelanggannya.
c.          Pengakuan pendapatan
Dasar akrual untuk pengakuan pendapatan bisa menyiratkan bahwa pendapatan harus dilaporkan selama produksi, pada akhir produksi, pada penjualan barang atau penagihan penjualan. Pendapatan umumnya diakui selama produksi dalam situasi sebagai berikut:
Pendapatan sewa, bunga dan komisi. Seseoran atau perusahaan yang memberikan jasa profesional. Pendapatan atas kontrak jangka panjang diakui atas dasar kemajuan konstruksi. Pendapatan atas kontrak menurut biaya ditambah honorarium. Serta perubahan-perubahan aktiva karena pertumbauhan memberikan kenaikan pendapatan.
3.       Prinsip Matching
Prinsip ini menyatakan bahwa harus diakui dalam periode yang sama seperti pendapatan yang bersangkutan, yaitu pendapatan diakui dalam satu periode tertentu sesuai dengan prinsip pendapatan, kemudian biaya yang bertalian dengannya diakui. Pengaitan ini paling baik dicapai apabila dia mencerminkan hubungan sebab akibat antara biaya dan pendapatan
4.       Prinsip Objektivitas
Keguanaan informasi keuangan amat tergantung pada keandalan prosedur pengukuran yang digunakan. Karena untuk memastukan bahwa akan terdapat keandalan yang maksimum seringkali sulit, maka para akuntan telah menggunakan prinsip objektifitas untuk membenarkan pilihan suatu pengukuran atau suatu prosedur pengukuran
5.       Prinsip Konsistensi
Prinsip konsistensi menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa ekonomi yang serupa harus dicatat dan dilaporkan dengan cara yang konsisten dari periode ke periode. Prinsip ini menyiratkan bahwa prosedur-prosedur akuntansi yang sama akan diterapkna pada pos-pos yang serupa sepanjang waktu. Penerapan prinsip konsistensi membuat ikhtisar keuangan menjadi lebih dapat diperbandingkan dan lebih bermanfaat.
6.       Prinsip Pengungkapan Penuh
Pengungkapan penuh (the full disclosure Principle) mengharuskan bahwa ikhtisar keuangan dirancang dan disusun agar menggambarkan secara akurat peristiwa-peristiwa ekonomi yang telah mempengaruhi perusahaan untuk periode bersangkutan dan berisi informasi yang mencukupi agar membuatnya berguna dan tidak menyesatkan bagi investor rata-rata.
7.       Prinsip Konservatisme
Prinsip konservatisme adalah prinsip pengecualian atau modifikasi dalam pengertian bahwa prinsip itu berlaku sebagai suatu kendala bagi penyajian data akuntansi yang relevan dan dapat diandalkan.
8.       Prinsip Materialistis
Adalah suatu prinsip pengecualian yang menyatakan bahwa transaksi-transaksi dan peristiwa-peristiwa yang mempunyai pengaruh ekonomik yang tidak berarti boleh ditangani secepatnya tanpa menghiraukan sesuai atau tidak dengan prinsip akuntansi yang diterima umum dan tidak perlu diuangkan.
9.       Prinsip Keseragaman dan Keterbandingan
Mengacu pada penggunaan prosedur yang sama oleh perusahaan-perusahaan yang berbeda.
Konsep dasar akuntansi, terdiri dari:
a.       Konsep entitas bisnis (entity theory)
b.      Konsep pengukuran uang (money measurement concept)
c.       Konsep kelangsungan usaha (going concern)
d.      Konsep dua aspek akuntansi
e.      Konsep biaya
f.        Konsep periode akuntansi
g.       Konsep penandingan (matching concept)
h.      Konsep upaya dan hasil (effort and accomplishment)

1 komentar:

Memproses Buku Besar

 Buku besar atau ledger merupakan tahapan kegiatan setelah membuat buku jurnal.  Proses membidahbukukan dari jurnal ke buku besar disebut po...